Oleh, Daniel Sianturi
MALAM kemarin, di dalam bis kota yang terjebak di tengah kemacetan jalan, ingatan saya tiba di tahun 2008. Saat itu, saya masih bertugas di Direktorat PSDM Kompas Gramedia.
Di siang hari saat menjalankan tugas sebagai recruiter untuk program Management Trainee, saya bertanya kepada seorang kandidat.
"Kamu tahu gak, kejadian besar apa di dunia yang hari ini terjadi? Pembukaan Olimpiade Beijing, jawabnya".
Benar, hari itu Olimpiade Beijing dibuka, tepatnya 8 Agustus 2008 alias 08-08-08.
Belakangan, Santi Sagita Putri (nama kandidat tersebut) bergabung dan bertugas di bagian bisnis BOLA sebelum akhirnya resign 3 tahun berikutnya.
Dari dunia film terutama aktor dan aktris tanah air, saya punya favorit di zaman ini. Favorit saya adalah Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari alias Unge.
Akting mereka cukup mumpuni di film-film serta lakon yang mereka perankan. Terakhir saya menonton film My Stupid Boss, dimana mereka berdua tampil bersama.
Dan sebentar lagi, tepatnya 4 Agustus 2016, film yang dibintangi mereka akan main di Bioskop.
Judulnya 3 Srikandi.
Bicara tentang Srikandi, minggu kemarin kita mendapatkan kabar bahwa ada perombakan kabinet kerja yang dilakukan Bapak Presiden Joko Widodo.
Dari sejumlah reshuffle menteri, kembalinya Ibu Sri Mulyani Indrawati di jajaran kabinet adalah daya tarik dari perombakan tersebut.
Mantan menteri di era Presiden RI ke-6, SBY dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat (kembali) sebagai Menteri Keuangan.
Sebuah pengakuan bagi Srikandi Indonesia di dunia moneter, fiskal, dan keuangan.
Kehadiran Ibu Sri Mulyani di kabinet kerja, menjadikan ada 9 menteri perempuan di kabinet pimpinan Bapak Jokowi. Sungguh, mereka adalah Srikandi terbaik bangsa.
Kembali ke film, cerita film 3 Srikandi mengangkat kisah nyata dari perjuangan anak bangsa dalam meraih kehormatan bagi bangsa dan negara di dunia olahraga.
Unge bersama Tara Basro dan Chelsea Islan bermain sebagai Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani, sementara Reza Rahardian sebagai Donald Pandiangan.
Anda pasti sudah tahu dong siapa yang mereka perankan?
Film 3 Srikandi menampilkan cerita heroik dari tahun 1988, dimana Indonesia berhasil meraih medali pertama di Olimpiade.
Sejak pertama kali mengikuti Olimpiade tahun 1952 di Helsinki, Finlandia, Indonesia perlu 36 tahun untuk bisa mengibarkan bendera merah putih di podium.
Medali pertama tersebut adalah medali perak dari cabang Panahan, sumbangan dari nomor beregu putri atas nama Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani.
Pada peristiwa tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan itu pun, kami Tabloid BOLA melalui jurnalis senior, Sumohadi Marsis boleh bersyukur bisa menjadi saksi manis saat medali perak itu dikalungkan pada leher 3 Srikandi tersebut.
Dalam buku pak Sumo berjudul Enaknya jadi Wartawan Olahraga, ia menggambarkan betapa terharunya beliau bisa melihat merah putih berkibar saat penyerahan medali.
Persembahan srikandi-srikandi itu menjadi keran awal medali lainnya di kemudian hari.
Empat tahun berselang tepatnya 1992, Indonesia (akhirnya) meraih emas pertamanya di Olimpiade.
Melalui atlet Susi Susanti, dari cabang bulutangkis tunggal putri, Indonesia boleh sejajar dengan negara peraih emas lainnya.
Pasca pukulan atlet Korea Selatan, Bang Soo Hyun keluar lapangan, teriak dan air mata pun mengalir.
Indonesia Raya berkumandang di Barcelona.
Berkumandang untuk kali pertama di ajang Olimpiade. Praktis ada 2 emas yang kita raih saat itu.
Hingga saat ini, total ada 3 cabang olahraga yang sudah berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang pesta olahraga 4 tahunan ini.
Panahan, Bulutangkis dan Angkat Besi adalah cabang-cabang tersebut.
Total 6 emas, 10 perak, dan 11 perunggu berhasil kita bawa pulang sejak 1988 saat pertama kali kita meraih medali.
Olimpiade Rio 2016 pun segera dibuka. Berbarengan dengan pemutaran perdana film 3 Srikandi, Olimpiade Rio 2016 resmi dibuka 4 Agustus mendatang.
Indonesia akan berpartisipasi di 7 cabang olahraga, yaitu, bulu tangkis, panahan, angkat besi, renang, dayung/rowing, BMX, dan atletik.
Khusus bicara peluang medali, maka bulutangkis menjadi salah satu tumpuan.
Entah kenapa firasat saya berkata kalau di nomor ganda putri, pasangan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014, Gresya Polli dan Nitya akan meraih medali.
Siapa tahu Duo Srikandi ini bisa meraih medali emas.
Jika hal itu menjadi kenyataan maka ini akan menjadi momen pertama ganda putri Indonesia menyumbang medali emas setelah sebelumnya tunggal putri, tunggal putra dan ganda putra telah melakukannya.
Segala persiapan pun dilakukan oleh atlet-atlet Indonesia jelang Olimpiade Rio dilangsungkan.
Latihan hingga adaptasi dan karantina dilakukan. Segala strategi dimatangkan, hingga menjaga kebugaran fisik. Semua dilakukan untuk target meraih medali dari ajang Olimpiade ini.
Setelah dikukuhkan dan dilepas Presiden Jokowi, atlet-atlet terbaik bangsa akan habis-habisan berjuang untuk meraih kehormatan dan pengakuan di Olimpiade.
Di Olimpiade Rio mendatang, Indonesia akan diwakili oleh 28 atlet yang tersebar di 7 cabang olaharaga di atas. Kans Indonesia meraih medali ke 28 di ajang Olimpiade pun cukup besar.
Tentu tidak berhentu di angka 28 yang kita harapkan.
Khusus Olimpiade Rio 2016, kami pun mengirimkan Srikandi terbaik kami untuk meliput dan memberikan cerita terbaik dari event terbesar 4 tahunan tersebut bagi para pembaca.
Pipit Puspita Rini nama Srikandi kami. Asisten Redaktur Olimpik di portal olahraga, Juara.net, akan berada di Rio sepanjang olimpiade berlangsung.
Sementara Srikandi kami lainnya, Aprelia Wulansari, akan melengkapi semua kejadian di sana dengan cerita seputar olimpiade dari markas Si Gundul di Palmerah belum lagi kanal olimpiade di Juara.net.
Semua yang terbaik akan kami berikan bagi Anda.
Tagar #SiGundulDukungIndonesia akan jadi sumbangsih kami mendukung atlet-atlet terbaik Tanah Air yang sedang berjuang di sana.
Terakhir, setelah 28 tahun lalu, saat Indonesia meraih medali pertamanya, maka di Rio 2016 kali ini, giliran 28 atlet terbaik Republik ini berjuang meraih medali ke 28 dan seterusnya di Olimpiade.
Akankah Srikandi terbaik kita menjadi penyumbang medali ke 28 tersebut? Atau justru dari "Kaum Adam"?
Emas, perak atau perunggu?
Marilah kita mendoakan agar perjuangan atlet-atlet terbaik kita meraih hasil maksimal bagi keharuman bangsa dan negara.
Semoga Merah Putih boleh berkibar diiringi Indonesia Raya, 2, 3 bahkan 4 kali di Rio, Brasil nanti.
Selamat berjuang, doa kami menyertai kalian!
MALAM kemarin, di dalam bis kota yang terjebak di tengah kemacetan jalan, ingatan saya tiba di tahun 2008. Saat itu, saya masih bertugas di Direktorat PSDM Kompas Gramedia.
Di siang hari saat menjalankan tugas sebagai recruiter untuk program Management Trainee, saya bertanya kepada seorang kandidat.
"Kamu tahu gak, kejadian besar apa di dunia yang hari ini terjadi? Pembukaan Olimpiade Beijing, jawabnya".
Benar, hari itu Olimpiade Beijing dibuka, tepatnya 8 Agustus 2008 alias 08-08-08.
Belakangan, Santi Sagita Putri (nama kandidat tersebut) bergabung dan bertugas di bagian bisnis BOLA sebelum akhirnya resign 3 tahun berikutnya.
Dari dunia film terutama aktor dan aktris tanah air, saya punya favorit di zaman ini. Favorit saya adalah Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari alias Unge.
Akting mereka cukup mumpuni di film-film serta lakon yang mereka perankan. Terakhir saya menonton film My Stupid Boss, dimana mereka berdua tampil bersama.
Dan sebentar lagi, tepatnya 4 Agustus 2016, film yang dibintangi mereka akan main di Bioskop.
Judulnya 3 Srikandi.
Bicara tentang Srikandi, minggu kemarin kita mendapatkan kabar bahwa ada perombakan kabinet kerja yang dilakukan Bapak Presiden Joko Widodo.
Dari sejumlah reshuffle menteri, kembalinya Ibu Sri Mulyani Indrawati di jajaran kabinet adalah daya tarik dari perombakan tersebut.
Mantan menteri di era Presiden RI ke-6, SBY dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat (kembali) sebagai Menteri Keuangan.
Sebuah pengakuan bagi Srikandi Indonesia di dunia moneter, fiskal, dan keuangan.
Kehadiran Ibu Sri Mulyani di kabinet kerja, menjadikan ada 9 menteri perempuan di kabinet pimpinan Bapak Jokowi. Sungguh, mereka adalah Srikandi terbaik bangsa.
Kembali ke film, cerita film 3 Srikandi mengangkat kisah nyata dari perjuangan anak bangsa dalam meraih kehormatan bagi bangsa dan negara di dunia olahraga.
Unge bersama Tara Basro dan Chelsea Islan bermain sebagai Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani, sementara Reza Rahardian sebagai Donald Pandiangan.
Anda pasti sudah tahu dong siapa yang mereka perankan?
Film 3 Srikandi menampilkan cerita heroik dari tahun 1988, dimana Indonesia berhasil meraih medali pertama di Olimpiade.
Sejak pertama kali mengikuti Olimpiade tahun 1952 di Helsinki, Finlandia, Indonesia perlu 36 tahun untuk bisa mengibarkan bendera merah putih di podium.
Medali pertama tersebut adalah medali perak dari cabang Panahan, sumbangan dari nomor beregu putri atas nama Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani.
Pada peristiwa tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan itu pun, kami Tabloid BOLA melalui jurnalis senior, Sumohadi Marsis boleh bersyukur bisa menjadi saksi manis saat medali perak itu dikalungkan pada leher 3 Srikandi tersebut.
Dalam buku pak Sumo berjudul Enaknya jadi Wartawan Olahraga, ia menggambarkan betapa terharunya beliau bisa melihat merah putih berkibar saat penyerahan medali.
Persembahan srikandi-srikandi itu menjadi keran awal medali lainnya di kemudian hari.
Empat tahun berselang tepatnya 1992, Indonesia (akhirnya) meraih emas pertamanya di Olimpiade.
Melalui atlet Susi Susanti, dari cabang bulutangkis tunggal putri, Indonesia boleh sejajar dengan negara peraih emas lainnya.
Pasca pukulan atlet Korea Selatan, Bang Soo Hyun keluar lapangan, teriak dan air mata pun mengalir.
Indonesia Raya berkumandang di Barcelona.
Berkumandang untuk kali pertama di ajang Olimpiade. Praktis ada 2 emas yang kita raih saat itu.
Hingga saat ini, total ada 3 cabang olahraga yang sudah berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang pesta olahraga 4 tahunan ini.
Panahan, Bulutangkis dan Angkat Besi adalah cabang-cabang tersebut.
Total 6 emas, 10 perak, dan 11 perunggu berhasil kita bawa pulang sejak 1988 saat pertama kali kita meraih medali.
Olimpiade Rio 2016 pun segera dibuka. Berbarengan dengan pemutaran perdana film 3 Srikandi, Olimpiade Rio 2016 resmi dibuka 4 Agustus mendatang.
Indonesia akan berpartisipasi di 7 cabang olahraga, yaitu, bulu tangkis, panahan, angkat besi, renang, dayung/rowing, BMX, dan atletik.
Khusus bicara peluang medali, maka bulutangkis menjadi salah satu tumpuan.
Entah kenapa firasat saya berkata kalau di nomor ganda putri, pasangan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014, Gresya Polli dan Nitya akan meraih medali.
Siapa tahu Duo Srikandi ini bisa meraih medali emas.
Jika hal itu menjadi kenyataan maka ini akan menjadi momen pertama ganda putri Indonesia menyumbang medali emas setelah sebelumnya tunggal putri, tunggal putra dan ganda putra telah melakukannya.
Segala persiapan pun dilakukan oleh atlet-atlet Indonesia jelang Olimpiade Rio dilangsungkan.
Latihan hingga adaptasi dan karantina dilakukan. Segala strategi dimatangkan, hingga menjaga kebugaran fisik. Semua dilakukan untuk target meraih medali dari ajang Olimpiade ini.
Setelah dikukuhkan dan dilepas Presiden Jokowi, atlet-atlet terbaik bangsa akan habis-habisan berjuang untuk meraih kehormatan dan pengakuan di Olimpiade.
Di Olimpiade Rio mendatang, Indonesia akan diwakili oleh 28 atlet yang tersebar di 7 cabang olaharaga di atas. Kans Indonesia meraih medali ke 28 di ajang Olimpiade pun cukup besar.
Tentu tidak berhentu di angka 28 yang kita harapkan.
Khusus Olimpiade Rio 2016, kami pun mengirimkan Srikandi terbaik kami untuk meliput dan memberikan cerita terbaik dari event terbesar 4 tahunan tersebut bagi para pembaca.
Pipit Puspita Rini nama Srikandi kami. Asisten Redaktur Olimpik di portal olahraga, Juara.net, akan berada di Rio sepanjang olimpiade berlangsung.
Sementara Srikandi kami lainnya, Aprelia Wulansari, akan melengkapi semua kejadian di sana dengan cerita seputar olimpiade dari markas Si Gundul di Palmerah belum lagi kanal olimpiade di Juara.net.
Semua yang terbaik akan kami berikan bagi Anda.
Tagar #SiGundulDukungIndonesia akan jadi sumbangsih kami mendukung atlet-atlet terbaik Tanah Air yang sedang berjuang di sana.
Terakhir, setelah 28 tahun lalu, saat Indonesia meraih medali pertamanya, maka di Rio 2016 kali ini, giliran 28 atlet terbaik Republik ini berjuang meraih medali ke 28 dan seterusnya di Olimpiade.
Akankah Srikandi terbaik kita menjadi penyumbang medali ke 28 tersebut? Atau justru dari "Kaum Adam"?
Emas, perak atau perunggu?
Marilah kita mendoakan agar perjuangan atlet-atlet terbaik kita meraih hasil maksimal bagi keharuman bangsa dan negara.
Semoga Merah Putih boleh berkibar diiringi Indonesia Raya, 2, 3 bahkan 4 kali di Rio, Brasil nanti.
Selamat berjuang, doa kami menyertai kalian!

0 komentar:
Post a Comment