Menanti Lahirnya Rekonsiliasi di Kongres PSSI 2017

Bolaaceh.net - Rekonsiliasi konflik di dalam sepak bola Indo nesia menjadi agen da utama yang akan dibahas pada Kong res PSSI 2017.

Di antara proses rekonsiliasi yang harus dilakukan adalah mencari jalan tengah terhadap masih adanya dualisme kepengurusan. Hal lainnya terkait harmonisasi hubungan antara PSSI dan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ade Welington jelang digelarnya kongres tahunan yang akan dihelat di Bandung, Jawa Barat, Ahad (8/1). `'Ada setumpuk agenda yang akan dibahas di kongres nanti,'' kata dia, di kantor PSSI, pekan lalu.

Ade mengatakan, paling krusial untuk dibahas adalah terkait pengesahan pemberhentian sementara sejumlah anggota. Antara lain, pene rimaan atau penolakan anggota PSSI terkait nasib tujuh klub yang selama ini masih bermasalah karena adanya dualisme kepengurusan.

Ia menjelaskan, satu dari tujuh klub yang sampai kini masih bermasalah adalah Persebaya Sura baya.
Sampai hari ini, Persebaya masih vakum. Sebaliknya, klub sempalan Bhayangkara FC--milik salah satu petinggi di kepolisian--diakui Ade mempunyai hak suara saat memilih pada Kongres Pemilihan 2016 lalu.

Semangat kongres nanti, Ketua Umum (Edy) ingin semua bisa rekonsiliasi, baik antara klub dan klub serta PSSI dan pemerintah,'' ujar dia.

Khusus menjalin harmonisasi antara PSSI dan pemerintah, Ade mengatakan, hingga kini pihaknya secara intensif telah menjalin komu nikasi dengan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga. Baru-baru ini, kata dia, PSSI untuk kali pertama mengundang Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam membahas Liga Indonesia 2017 yang sam pai kini masih dihentikan.

Rapat tersebut, kata Ade, menjadi bukti adanya kemauan PSSI untuk bersinergi dengan pihak Kemenpora.

BOPI merupakan badan internal di kementerian yang selama ini tak pernah diakui PSSI sebagai otoritas dalam memve rifi kasi seluruh keabsahan olahraga di dalam negeri. Hasil pembahasan antara PSSI dan BOPI tentang Liga Indonesia, kata dia, akan dibawa dalam kongres agar disetujui menjadi salah satu program sepanjang 2017.

Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono menambahkan, salah satu hasil pembicaraan dengan BOPI yang akan dibawa ke kongres adalah pembenahan sistem kompetisi di Liga Indonesia.

Termasuk, kata dia, tentang sistem gaji pemain, pem batasan pemain asing, serta model kompetisi yang mampu bersinergi dengan kepentingan timnas Indonesia.

Djoko menegaskan, persiapan penyelenggaraan Liga Indonesia akan menjadi pembahasan yang serius dan harus bisa menemukan kesepakatan terbaik dari Kongres Tahunan PSSI 2017.

Tanpa perse tujuan kongres, kata dia, kompetisi resmi tak bisa digulirkan. `'Kita enggakmau kompetisi resmi PSSI kembali vakum. Kita sudah mengalami kevakuman (kompetisi resmi) sangat lama,'' kata dia.

Adapun untuk jadwal kick-off, Djo ko mengatakan, rencananya dimulai antara Maret atau awal April.

Namun, sebelumnya, pihak PSSI berencana menggelar laga pramusim bagi sejumlah klub untuk menentukan siapa saja tim yang bisa terlibat.

`'Apakah nanti masuk liga utama atau divisi utama, keputusannya kita nantikan saja saat kongres,''
kata Djoko.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Papat Yunisal, menambahkan, ada agenda penting lain yang tak bo leh luput dari kongres nanti, yakni tentang nasib sepak bola perempuan. `'Saya sebagai anggota Exco yang mewakili wanita meminta agar kongres juga membahas tentang sepak bola wanita,'' ujar dia.

Papat mengatakan akan membawa agenda sepak bola perempuan ke kongres agar PSSI menjadikan program tersebut satu paket dengan sepak bola pria.

Menurut dia, sepak bola perempuan juga mem bu tuhkan wadah kompetisi resmi di bawah payung PSSI. Menu rut dia, kebangkitan sepak bola pria sejalan dengan animo kelompok perempuan untuk serius mengem bangkan olahraga tersebut.

Selain sejumlah agenda-agenda pembahasan penting tersebut, masya rakat sepak bola juga menantikan keputusan PSSI terkait siapa pelatih timnas.

Usai Piala AFF 2016, PSSI berencana melakukan pembaruan pada posisi kursi pelatih timnas.
Pelatih Alfred Riedl yang habis masa kontraknya pada akhir tahun lalu hampir dapat dipastikan tidak akan dipertahankan.

`'Sabar sajalah kalian (wartawan--Red). Nanti pasti ada ke pu- tus an,'' kata Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi secara terpisah, beberapa waktu lalu. (Republika)
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment